tvOne Newsticker
Sabtu, 20 Maret 2010

Kabar Nusantara

Wartawan Mataram Desak Polisi Tangkap Penganiaya Kameramen

Rabu, 2 September 2009 13:31 WIB

Mataram, (tvOne)

Lebih dari 20 orang wartawan berbagai media di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu siang, mendatangi Polres Mataram guna mendesak polisi untuk menangkap kelompok preman yang menganiaya dua kameramen televisi.

Aksi solidaritas itu melibatkan wartawan dari tiga elemen organisasi pers yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) dan Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI).

Puluhan wartawan yang dikoordinasikan H. Samiarto dari RCTI itu diterima Wakil Kepala (Waka) Polres Mataram, Kompol Ronny Azwawie, hingga digelar temu silaturahmi di ruang kerjanya.

"Kami mendukung tugas kepolisian dalam penegakan hukum dan kami berharap tersangka pelaku penganiayaan itu segera ditangkap dan diadili sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Samiarto saat berdialog dengan Waka Polres Mataram.


Sedang dikejar

Menanggapi permintaan puluhan wartawan itu, Azwawie menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap tiga orang pemuda yang teridentifikasi sebagai pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap dua orang wartawan televisi.

"Pelaku tengah diburu, kasus ini pasti ditindaklanjuti hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Pada Selasa (1/9) siang, sekelompok preman di Mataram, menganiaya dua wartawan televisi yakni Yosibio Novanto dari Trans TV dan Herman Zuhdi dari TVOne yang meliput razia warung makan yang beroperasi di bulan puasa.

Deretan rumah makan yang dirazia itu terletak di Jalan Ismail Marzuki, Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, karena masih tetap beroperasi di siang hari saat umat Islam di daerah itu tengah berpuasa. Letak rumah makan itu hanya berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Mataram.

Saat rombongan Satpol PP meninggalkan lokasi itu, sejumlah warga memanggil wartawan yang meliput razia itu masing-masing Yosibio dari Trans TV, Herman Zuhdi dari TVOne dan Dwi dari Radar Lombok. Saat ketiga wartawan dan wartawati itu mendekat, secara tiba-tiba mereka dihajar kelompok preman hingga Yosibio babak belur dan kameranya terjatuh.

Sementara Herman Zuhdi ditampar beberapa kali kemudian kameranya diambul dan kasetnya dirusak. Sedangkan wartawati Radar Lombok hanya didorong keluar rumah oleh kelompok preman tersebut. (Ant)

 

ed
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar