tvOne Newsticker
Kamis, 18 Maret 2010

Kabar Nusantara

Ratusan KK Rusunawa Bandung Masih Mengungsi

Kamis, 3 September 2009 17:39 WIB

Bandung, (tvOne)

Ratusan kepala keluarga (KK) di Kota Bandung masih mengungsi dan tidur di tenda darurat disekitar rumah susun sewa (Rusunawa) yang mengalami keretakan akibat gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu.

Beberapa warga yang temui, Kamis, mengaku tidak berani masuk rumah dikarenakan takut terjadi gempa susulan yang bisa menyebabkan bangunan berlantai empat tersebut runtuh.

Salah seorang penghuni Rusunawa Mariam, (36), menyebutkan, gempa yang terjadi pada pukul 14.45 WIB tersebut menyebabkan semua penghuni rusunami panik dan berhambuaran keluar untuk menyelamatkan diri.

"Saat gempa, kami langsung lari untuk menyelamatkan diri. Tapi anak saya, Firni, (12), terkena pecahan internit dari atas gedung dan kepalanya bocor," ujarnya di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, saat gempa, atap internit rusunawa tersebut jatuh berantakan. Dinding-dinding pembatas kamar-kamar pun retak. Pihak pengelola dan konsultan bangunan memberikan imbauan agar tidak memasuki dulu bangunan rusunawa.

"Ada dua buah tenda penampungan yang digunakan untuk tempat tidur sementara bagi warga rumah susun. Kami sendiri masih kuatir kalau tinggal didalam rumah, akan terjadi gempa susulan," imbuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun , Rusanawa Cingised yang ada di wilayah Bandung Timur tersebut saat ini dihuni sekitar 192 KK. Sebagain, penghuni mengungsi ke saudaranya dan sebagian lagi mendiami tenda darurat di lokasi kejadian.

Tidak hanya Rusunawa Cingised, tapi Rusunawa di Kawasan Industri Dalam juga mengalami keretakan pada dinding-dindingnya. Akibatnya 14 KK masih tinggal di pengungsian.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung, Juniarso Ridwan, yakin bahwa konstruksi bangunan Rusunama Cingised aman dari goncangan gempa dan tidak akan runtuh. "Secara konstruksinya, bangunan ini aman dan tidak akan runtuh. Departemen Pekerjaan Umum (PU) juga akan kesini untuk mengecek kembali kekuatan konstruksi bangunan," katanya. (Ant)

ed
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar