Kabar Nusantara
Dua Jenazah Korban Nomad Tiba Di Mataram
Rabu, 9 September 2009 23:04 WIB
Mataram, (tvOne)
Dua jenazah korban pesawat Nomad tipe N 24 dengan nomor registrasi P.837 yang jatuh di Sekatak Bengara Sungai Sukun Mentadau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, tiba di Bandara Selaparang Mataram.
Kedua jenazah itu adalah Srihardi (35 tahun) warga Dusun Kebon Daye Desa Masbagik Timur, Lombok Timur dan Fikri (30 tahun) warga Pringgasela, Lombok Timur. Keduanya diketahui bekerja sebagai pebisnis kayu Gaharu.
Menurut Mas'ud, ayah Srihadi, jatuhnya pesawat yang menewaskan putranya sangat mengejutkan keluarga. "Kabar meninggalnya Srihadi saya terima dari rekan kerjanya yang tidak jadi ikut dalam pesawat itu," kata Mas'ud kepada wartawan di Mataram, Rabu (9/9).
Mas'ud menjelaskan sebelum peristiwa naas itu terjadi Srihadi sempat menghubungi keluarganya dan menyatakan hendak pulang kampung untuk berlebaran. Belum lagi keinginannya berkumpul bersama keluarga tercapai, Srihadi lebih dulu menemui ajalnya. Srihadi meninggalkan seorang putra bernama Galih dan seorang istri bernama Sriwahidah.
Dikalangan keluarganya Srihadi dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab. Anak pertama dari lima bersaudara itu menjadi tulang punggung keluarganya. Bahkan setiap hari raya tiba, keberadaannya menjadi pelengkap keluarga. "Kami tetap ikhlas menerima hal ini," ujar Mas'ud.
Sebelum peristiwa itu terjadi Mas'ud mengaku mendapat firasat dengan bermimpi melihat anaknya berkelahi dengan orang. Dalam mimpinya itu Srihadi tampak terdesak dan jatuh bergumul ditanah. Namun Mas'ud tidak mampu menolongnya.
Menurut Mas'ud anaknya selalu menumpang pesawat milik TNI Angkatan Udara tersebut. Srihadi diketahui meninggalkan rumah sejak delapan bulan lalu. Srihadi dan Fikri merupakan dua korban meninggal dunia.
Demikian halnya dengan Fikri anak pertama dari lima bersaudara juga meninggalkan satu orang anak bernama Farila berusia tujuh tahun. Seperti halnya Srihardi, Fikri juga menjadi tulang punggung keluarga. Rencananya jenazah Srihadi dan Fikri akan dimakamkan di kampung.
Korban meninggal lainnya adalah Yakob Kayang warga Longsam Kabupaten Bulungan dan Muslimin warga Tarakan timur.
Pesawat Nomad milik TNI Angkatan Laut itu jatuh dalam perjalanan dari Long Bawan di Kabupaten Nunukan menuju Bandara Udara Juwata Tarakan. Pesawat tersebut sempat hilang kontak. Sementara lima korban selamat saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Tarakan. (VIVAnews.com)
