Kabar Nusantara
Selat Sunda Aman untuk Pelayaran
Rabu, 23 September 2009 12:22 WIB
Bakauheni, (tvOne)
Kondisi perairan di Selat Sunda, Rabu (23/9), dinyatakan aman untuk beroprerasi sejumlah armada kapal angkutan lebaran dari Bakauheni menuju Merak.
Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Bakauheni, Rabu, mengatakan bahwa saat ini kondisi perairan cenderung aman karena kondisi perairan pada hari ini cukup baik.
Namun dia mengatakan perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu-waktu, namun untuk pagi hingga siang ini dinyatakan aman keran kondisi perairan stabil untuk pelayaran. "Saat ini perairan masih aman, tapi kita tidak tahu untuk nanti malam," kata dia.
Berdasarkan Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Neneng Kusrini, dari pukul 07.00 WIB perkiraan cuaca dibagian utara selat sunda hari ini berawan dengan kecepatan angin 0,5 sampai 1,5 knot dari timur ke tenggara, tinggi gelombang 0,5-1,0 meter. Sedangkan di bagian selatan cuaca cenderung berawan dengan kecepatan angin 1,0 sampai 2,0 knot dengan tinggi gelombang 1,5 hingga 2,5 meter.
Sebelumnya pada Minggu (21/9), pukul 19.10, KMP Panorama Nusantara yang hendak bertolak ke Pelabuhan Merak dari Dermaga empat Pelabuhan Bakauheni diterpa angin hingga bergeser sampai diantara dermaga III dan IV dan membentur fender ( perangkat peredam bentur) pada lambung kiri.
Untuk menghindarai kandas akhirnya kapal menurunkan jangkar dan akhirnya dapat ditarik oleh tugboat (Kapal penarik) Jaya 33 yang telah disiapkan ASDP untuk evakuasi. "Setelah itu kami bongkar kembali penumpang dan barang di KMP Panorama Nusantara dan akmi alihkan penumpang ke KMP lain yang berada di Dermaga II pada pukul 20.00," terang dia.
Berdasarkan keterangannya, KMP yang di Nahkodai oleh Zarkoni tersebut saat itu mengangkut sebanyak 21 unit mobil, 19 unit motor dan 122 orang penumpang dalam kendaraan.
Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan kondisi kapal tidak mengalami kerusakan pada lambung kiri akibat benturan pada fendor dan laik untuk beroperasi lagi. "Karena sandarnya di Dermaga IV sehingga jumlah angkutan hanya sedikit karena dermaga tersebut hanya untuk siang hari sebab sarana penerangan belum memadai jika dioperasikan malam hari," kata dia.
Berdasarkan keterangannya, pada saat itu, menjelang sore, arus di pelabuhan Bakauheni mencapai 4 knot dan ketinggian gelombang mencapai 1,0 meter dan menyulitkan sejumlah kapal untuk sandar. (Ant)
