Kabar Nusantara
Cuaca Selat Sunda Berbahaya Bagi Kapal Cepat
Sabtu, 26 September 2009 13:13 WIB
Merak, (tvOne)
Akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk di sekitar perairan Selat Sunda, operasi kapal cepat dari pelabuhan penyeberangan Merak Cilegon, Banten, menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung dihentikan.
Hal ini akibat tinggi gelombang yang mencapai satu meter sehingga berbahaya bagi pelayaran kapal. "Untuk kapal cepat hari ini belum dioperasikan sebab informasi yang kami terima dari Syahbandar Bakauheni Lampung cuaca buruk," kata perwira jaga Kesyahbandaran Mala Nawawi di pelabuhan penyeberangan Merak, Sabtu.
Dijelaskannya, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak BMG kecepatan angin dan gelombang di perairan Selat Sunda tinggi, hal itu sangat berbahaya bagi pelayaran kapal cepat.
Dari data prakiraan cuaca jalur untuk penyeberangan Selat Sunda yang berlaku mulai pukul 07.00 tanggal 26 September sampai pukul 07.00 tanggal 27 September, di Selat Sunda bagian utara yaitu Merak dan Bakauheni kecepatan angin mencapai 0,5 hingga 15 knot.
Sementara itu ketinggian gelombang antara 0,5 meter hingga 1 meter. Selat Sunda bagian selatan kecepatan angin 10 hingga 20 knot dan ketinggian gelombang 1,5 meter hingga 2,5 meter.
Mengenai adanya kapal cepat yang menunggu di dermaga apung, Mala mengatakan, kapal cepat tersebut tidak diberi surat izin berlayar. "Kapal hanya bersiap saja menunggu cuaca membaik untuk berlayar," katanya.
Dalam kondisi cuaca normal, kata dia, ada empat unit kapal cepat yang melayani jalur pelayaran Merak-Bakauheni masing masing kapal bisa mengangkut sekitar seratus penumpang. Dihentikannya pelayaran kapal cepat tidak menggangu pelayanan para penumpang yang akan menuju ke Pelabuhan Bakauheni, kata dia. Para penumpang dapat menggunakan kapal feri. Dalam kondisi cuaca dengan ketinggian ombak setengah meter kapal feri dapat berlayar tanpa gangguan. (Ant)
