tvOne Newsticker
Senin, 15 Maret 2010

Kabar Nusantara

Depkes Terima Sampel Darah 64 Pasien Chikungunya

Kamis, 1 Oktober 2009 16:22 WIB

Jakarta, (tvOne)

Sebanyak 64 sampel darah milik warga di beberapa desa di Kecamatan Mesuji dan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan yang diduga terinfeksi penyakit Chikungunya, Kamis, dikirim ke laboratorium Departemen Kesehatan RI di Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan OKI, dr H Herman Ismail Rifa`i, saat ditemui di sela-sela sholat Istisqo` di halaman Pemkab setempat, di Kayuagung, Kamis, mengatakan, sampel darah tersebut adalah milik warga Desa Jaya Bakti, Suka Mulya dan Bumi Harjo yang diduga terinfeksi nyamuk "aides albo piktus".

Seperti dikutip Antara Herman menjelaskan, langkah tersebut dilakukan guna memastikan apakah benar penyakit yang diderita warga itu adalah chikunguya atau bukan, tetapi kalau dilihat dari gejalanya memang mirip dengan penyakit tersebut.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga telah membagikan dua kotak bubuk abate secara gratis kepada seluruh warga di beberapa desa di dua kecamatan tersebut agar jentik nyamuk penyebab chikunguya itu bisa dibasmi. Sedangkan untuk membunuh nyamuk dewasa, kata dia, pihaknya juga telah melakukan pengasapan atau "fogging" selama beberapa hari terakhir secara rutin di rumah warga tersebut.

Berdasarkan data dihimpun di lapangan, kata Herman, jumlah warga di daerah itu diduga terkena chikunguya adalah sebanyak 540 orang, tetapi sebagian sudah ada yang sembuh dan sisanya masih mengalami lumpuh sesaat, serta sakit di persendian.

"Jika dilihat jumlah warga yang menderita penyakit tersebut, maka bisa dipastikan statusnya harus waspada sebab kasusnya sudah masuk dalam kategori wabah," kata dia lagi. Kendati demikian, Herman mengimbau agar warga tidak perlu merasa panik, karena penyakit tersebut tidak berbahaya dan mudah untuk diobati.

Dia membeberkan, seandainya ada warga yang menderita panas tinggi, lalu lumpuh mendadak dan mengalami sakit di seluruh persendian, serta kekurangan cairan di dalam tubuh, maka pasien cukup diberikan minum sebanyak mungkin agar fisiknya tidak lemah dan panasnya cepat turun.

Selanjutnya, menurut dia, pasien tersebut harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk diberikan pengobatan, lalu keluarga pasien tinggal menaburkan bubuk abate ke dalam bak penampungan air dan meminta instansi terkait supaya melakukan fogging di rumahnya.

Jika langkah-langkah tersebut dilakukan dengan baik, maka Herman yakin pasien akan segera sembuh dan penyakit itu tidak menyebar lagi karena nyamuk yang menjadi penyebab utamanya sudah dibasmi.

ag
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar