tvOne Newsticker
Jumat, 19 Maret 2010

Kabar Nusantara

Sukabumi Butuh Rp 10 Miliar Untuk Rehabilitasi Gempa

Minggu, 1 November 2009 17:09 WIB

Palabuhanratu, (tvOne)

Pemerintah Kabupaten Sukabumi membutuhkan dana Rp 10 miliar lebih untuk rehabilitasi bangunan yang rusak akibat gempa Tasikmalaya lalu.

Data yang direkap oleh pihak Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, ternyata dalam pendataan terakhir, bangunan yang rusak akibat gempa tersebut bertambah. Sehingga, total kerugian untuk bangunan yang rusak mencapai Rp 10 miliar lebih.

"Ini membuat kami harus bekerja ekstra lebih, karena prediksi awal kami jumlah kerugian akibat gempa Tasikmalaya tersebut tidak bertambah. Awalnya kami memprediksi bahwa kerugian akibat gempa mencapai Rp 7,5 miliar," kata Kasie Pendataan Bencana Alam Dinsos Kabupaten Sukabumi, Amir Hamzah kepada ANTARA, Minggu.

Ia mengungkapkan, bahwa cadangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk rehabilitasi atau bantuan untuk korban gempa alam hanya Rp 2,5 miliar. Sehingga, untuk menambah kekurangannya tersebut pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Bupati Sukabumi Sukmawijaya untuk dicarikan jalan keluarnya. "Senin, 2/10 besok kami akan melakukan rapat untuk membahas penyaluran bantuan untuk korban gempa," ungkapnya.

Amir menuturkan, bahwa untuk memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai pihaknya masih membahas, apakah diberikan langsung kepada korban, atau wakilkan oleh kecamatan atau kelurahan. Namun, pihaknya belum bisa menentukan kapan akan disalurkan bantuan tersebut. "Kami masih melakukan beberapa pertimbangan, agar pada saat penyaluran bantuan tidak ada konflik," tuturnya.

Dari data sementara, bahwa ada peningkatan jumlah bangunan rusak ringan, yang awalnya hanya sekitar 10 ribu unit, tapi dari data terakhir pihak Dinsos Kabupaten Sukabumi menerima data dari 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi mencapai 15 ribu unit.

Selain itu, muncul SK dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bahwa dalam isi SKnya tersebut untuk bangunan yang rusak ringan harus mendapatkan bantuan Rp 1 juta/unit.

mr
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar