tvOne Newsticker
Jumat, 12 Maret 2010

Kabar Nusantara

Pemprov NTB: Gempa Bima Tewaskan Satu Orang

Senin, 9 November 2009 15:33 WIB

Mataram, (tvOne)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan hanya seorang warga yang meninggal dunia akibat gempa tektonik berkekuatan 6,7 Skala Richter pada Senin sekitar pukul 03.41 Wita di Bima, 28 km barat laut Raba Kota Bima.

"Korban tewas yang hanya seorang itu yakni Siti Aisyah (70), warga Bunte, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima," kata Kepala Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah (BKPBD) NTB, Supardi Sukandar, di Mataram, Senin, usai pertemuan koordinasi di ruang kerja Gubernur NTB.

Pertemuan koordinasi yang dipimpinan Gubernur NTB, KH. M. Zainul Majdi, MA itu juga dihadiri Kapolda NTB, Brigjen Polisi Surya Iskandar, Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti, Kolonel Inf Robby Win Kadir dan pimpinan TNI AL dan AU.

Sukandar mengatakan, korban meninggal akibat gempa di Bima itu merupakan bagian dari enam orang korban gempa yang sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Diduga korban meninggal karena stres yang berlebihan sehingga nyawanya tidak terselamatkan saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. "Lima korban gempa lainnya yang sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sudah dipulangkan ke kediamannya masing-masing," ujarya.

Sukandar mengatakan, dari hasil rapat koordinasi dengan unsur Muspida NTB itu diketahui bahwa gempat tektonik yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bima dan lima kecamatan di Kota bima itu mengakibatkan 30 orang luka berat dan ringan.

Namun sebagian besar tidak menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas, atau segera kembali ke kediamannya setelah mendapat perawatan medis.

Kecamatan di Kota Bima yang dilanda gempa itu antara lain Kecamatan Sorimandi (Desa Sarita, Punti dan Sa`i), Kecamatan Ambalawi (Desa Bonto, Nangana`e dan Nipa), Kecamatan Asa Kota dan Kecamatan Rasanae. Sedangkan kecamatan di Kabupaten Bima antara lain Bolo, Belo, Wera dan Modapangga.

Sementara kerusakan fisik berupa rumah dan fasilitas umum dilaporkan sudah 78 unit yang rumah berat dan ratusan unit rumah lainnya rusak ringan. "Untuk lebih jelas pendataan terus dilakukan baik korban luka-luka maupun kerusakan infrastruktur, sambil menyalurkan bantuan tanggap darurat ke lokasi bencana," ujarnya. (Ant)

ed
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar