Kabar Nusantara
Korban Tewas Akibat Gempa Bima Jadi 2 Orang
Selasa, 10 November 2009 15:19 WIB
Bogor, (tvOne)
Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) yang terjadi Senin (9/11) pukul 03.41 WITA di Bima, NTB, pada Selasa siang bertambah satu lagi, sehingga jumlah korban tewas menjadi dua orang.
Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan (PPK-Depkes) dr Rustam S Pakaya, Selasa menjelaskan, berdasarkan data hingga pukul 12.30 WIB, korban meninggal yang kedua bernama Abdullah (70). Abdullah menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit umum (RSU) setempat.
Korban pertama, adalah Siti Aisyah (70), warga Bunte, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima, setelah lebih kurang sekitar tujuh jam mendapat pertolongan di rumah sakit umum (RSU) setempat pada Senin (9/11).
"Jadi, hingga Selasa siang, jumlah korban meninggal dunia sudah dua orang," katanya. Ia juga menjelaskan bahwa korban luka, juga bertambah menjadi sebanyak 177 orang, termasuk enam warga yang mengalami luka berat patah tulang.
Sedangkan sarana kesehatan (Sarkes) yang mengalami rusak berat sebanyak tujuh buah, namun hingga kini tidak ada warga yang mengungsi.
Rustam S Pakaya menambahkan, tim kesehatan dari Bima masih di lapangan, sedangkan Depkes mengirim staf untuk bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah (BKPBD) NTB Supardi Sukandar menjelaskan, dari hasil rapat koordinasi dengan unsur Muspida NTB diketahui bahwa gempa tektonik yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bima dan lima kecamatan di Kota Bima itu mengakibatkan masyarakat mengalami luka berat dan ringan.
Namun sebagian besar tidak menjalani rawat inap di rumah sakit atau Puskesmas, dan segera kembali ke kediamannya setelah mendapat perawatan medis.
Kecamatan di Kota Bima yang dilanda gempa itu antara lain Kecamatan Sorimandi (Desa Sarita, Punti dan Sa`i), Kecamatan Ambalawi (Desa Bonto, Nangana`e dan Nipa), Kecamatan Asa Kota dan Kecamatan Rasanae, sedangkan di Kabupaten Bima antara lain Kecamatan Bolo, Belo, Wera dan Modapangga. (Ant)
