Kabar Nusantara
BMKG Tabing Padang: Waspadai Banjir & Longsor
Kamis, 12 November 2009 11:43 WIB
Padang, (tvOne)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tabing Padang meminta masyarakat setempat mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor karena curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini.
"Potensi hujan pada siang, sore hingga malam hari dengan intensitas sedang diperkirakan berlangsung sampai akhir pekan ini. Karena itu masyarakat Sumbar perlu meningkatkan kewaspadaan," kata Kepala Bidang Obsevasi dan Informasi BMKG Tabing Padang Amarizal kepada ANTARA di Padang, Kamis.
Dia menjelaskan curah hujan umumnya akan berlangsung di sebagian besar kabupaten/kota di Sumbar, kecuali Sijunjung dan Dharmasraya. Mengenai hujan pada Kamis pagi di wilayah Padang, ia mengatakan, itu disebabkan kekuatan angin yang kurang pada Rabu malam sehingga hujan terjadi esok paginya.
Kini kecepatan angin berkisar 10-20 kilometer/jam atau masih dalam kategori normal dan ketinggian gelombang laut berpotensi 1,5 - 2,5 meter di perairan Sumbar hingga Kepulauan Mentawai. "Gelombang laut belum menagganggu aktivitas nelayan, tapi mesti diwaspadai saat menangkap ikan di perairan itu," katanya.
Menyinggung beberapa hari terakhir hujan disertai petir, Amarizal menjelaskan jika terlihat banyak awan hitam, hal itu menandakan potensi hujan dan petir. Selama sepekan terakhir hujan tiap hari mengguyur wilayah Sumbar, akibatnya sejumlah daerah terjadi longsor. Pada Selasa malam Pasar Lereng Kota Bukittinggi longsor dan menelan korban jiwa dua orang.
Kemudian bencana tanah longsor terjadi dua titik di Kabupaten Agam, tapi tidak ada korban jiwa, hanya merusak dinding SDN 14 Lambah daerah itu. Selanjutnya, objek wisata Lubang Japang juga terjadi longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Bukittinggi pada (10/11). Kini objek wisata itu secara resmi ditutup oleh Dinas Pariwisata setempat sampai batas waktu yang belum ditentukan. (Ant)
