Kabar Nusantara
Gelombang Laut Flores Capai Dua Meter
Jumat, 20 November 2009 09:31 WIB
Kupang, (tvOne)
Stasiun Meterologi El Tari Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memprediksi tinggi gelombang di perairan sekitar Laut Flores, Laut Sawu, Selat Rote, Pantai bagian Selatan Sumbawa mencapai dua meter.
"Khusus untuk Laut Timor dan Selat Ombai, pergerakan gelombang antara 0,75 hingga 1,5 meter, Selat Sape di ujung Barat Pulau Flores dan Laut Arafura tinggi gelombang 0,75-1,25 meter dan Selat Sumba pada kisaran 0,5 sampai 1,0 meter," kata prakirawati dari Stasiun Metereologi El Tari Kupang, Marlin Tresnawati, S.Si, di Kupang, Jumat (20/11).
Marlin Tresnawati mengatakan kondisi cuaca di wilayah perairan dengan tinggi gelombang untuk laut di perairan luat Flores, hingga laut Arafura Barat dan dari Selat Sape hingga Selat Ombai dikategorikan dalam keadaan normal untuk dilayari. "Prediksi Stasiun Metereologi El Tari Kupang ini hanya terhitung mulai Jumat (20/11) pukul 07:00 hingga pukul 24:00 Wita," kata Tresnawati.
Ia menyebutkan, tingginya gelombang hingga dua meter di wilayah perairan Laut Flores, Laut Sawu, Selat Rote dan Pantai Selat Sumbawa itu, diakibatkan arah angin dari Tenggara menuju Barat Laut Kupang, dari Timur menuju Barat Daya Waingapu dan dari Barat Laut menuju Utara Kalabahi bergerak dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam.
Sementara arah angin dari Maumere Kabupaten Sikka bagian Barat, menuju Utara dan Barat Laut Kota Baa, Kabupaten Rote Ndao serta Larantuka Kabupaten Flores Timur bagian Barat, menuju Utara dan Bagian Barat Sabu Raijua, kecepatan angin hanya berkisar pada 10-20 KM/JAM. Kecepantan angin dengan pada kisaran 10-20 KM/JAM, juga terjadi pada wilayah perairan sekitar Kota Ruteng (Reok) Kabupaten Manggarai dan Labuan Bajo dan Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.
Sementara khusus untuk cuaca, kata Tresnawati, berdasarkan foto satelit, cuaca 90 persen berawan terjadi di Kota Maumere Kabupaten Sikka, Waingapu Kabupaten Sumba Timur, Kalabahi Kabupaten Alor, Larantuka Kabupaten Flores Timur, Ruteng Kabupaten Manggarai, Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat dan kota-kota lainnya di NTT.
Ia mengatakan cuaca berawan dan sewaktu-waktu berganti cerah nampak terlihat di Kota Kupang ibu Kota Provinsi NTT, Ba`a Ibu Kota Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Ibu Kota Kabupaten Sabu Raijua.
Ia menyebut ini merupakan awan konvensi atau awan yang bergerak dengan dasar-dasar rendah yang sesewaktu berbentuk tebal dan berganti gelap sehingga sesewaktu terjadi hujan yang sifatnya sporadis atau hujan sesaat lalu lewat dan berganti dengan suhu panas. Buktinya, sejak awal November hujan mulai turun dalam seminggu, tiga hingga empat kali di wilayah Sumba bagian barat dan ujung barat Pulau Flores.
"Cuaca seperti ini terjadi karena pada wilayah-wilayah tersebut kelembabannya berkisar anaa 40-60 persen dari normalnya antara 55 hingga 90 persen dengan temparatur udara seperti di Ruteng pada kisaran 15-26 derajat celcius dari normalnya 25-30 derajad celcius," katanya.
Tresnawati tetap mengimbau warga terutama petani untuk tidak panik, karena ini fenomena alam yang normal dan wajar dan bukan hal yang ekstrim. Iamengatakan, jika hujan saat ini mulai turun di wilayah Flores bagian barat dan Sumba bagian barat, maka hal itu sesuai dengan perkiraan Stasiun Metereologi El Tari Kupang-NTT, karena pada wilayah tersebut akan terjadi musim hujan yang normal antara akhir Oktober hingga pertengahan November yang sering disebut dengan Hujan Pancaroba atau hujan isyarat, bahwa musim kemarau segera akan berakhir dan musim hujan segera tiba.
"Pada musim ini terjadi hujan sporadis dibarengi angin kencang, guntur dan petir sehingga perlu diwaspadai, terutama untuk navigasi, nelayan dan pekerja laut lainnya, termausk aktivitas di daerat yang rawan angin puting beliung pada sewaktu-waktu dapat saja terjadi," katanya. (Ant)
