tvOne Newsticker
Jumat, 19 Maret 2010

Kabar Nusantara

Lima Rumah di Cisompet Garut Tertimbun Longsor

Minggu, 22 November 2009 08:52 WIB

Garut, (tvOne)

Sebanyak lima rumah yang dihuni 16 warga di Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tertimbun bencana tanah longsor dan banjir lumpur bercampur bebatuan.

"Meski bencana itu tidak sampai menelan korban jiwa, namun para penghuni rumah terpaksa harus diungsikan ke rumah terdekat yang tergolong aman," kata Camat Cisompet E Haerudin, di Cisompet, Minggu.

Selain 16 warga yang rumahnya tertimpa tanah longsor, sedikitnya 79 warga yang menghuni 23 rumah di Desa Depok dan Sindangsari, juga harus diungsikan ke tempat yang aman.

Warga sebanyak itu turut diungsikan setelah tempat mereka dinilai rawan terjadi longsor pada musim hujan kali ini. "Selain rawan longsor, juga banjir lumpur, sehingga mereka terpaksa harus dipindahkan ke tempat yang aman," kata Haerudin.

Dari 23 rumah penduduk yang terancam bencana alam tersebut, lima rumah yang dihuni 18 jiwa di antaranya berada di Desa Depok, dan 17 rumah yang didiami 23 jiwa lainnya berada di Desa Sindangsari, katanya.

Bencana tanah longsor dan banjir lumpur yang terjadi sejak Jumat (20/11) lalu tidak hanya menimpa lima rumah di Desa Sukanegara, tetapi juga terjadi pada enam titik di ruas jalan provinsi antara Cisompet-Pameungpeuk, tepatnya di wilayah Desa Sukamukti.

Bahkan material longsoran pada satu titik di antaranya, sempat menutup badan jalan sepanjang 30 meter di belahan Kampung Ciguntur, Desa Sukanagara, katanya.

Akibatnya, selama puluhan jam pada Jumat siang jalan raya itu tak bisa dilintasi kendaraan apapun. Jalan cukup lama tertutup material longsoran karena proses pembersihannya dilakukan secara manual oleh warga desa dengan bergotong royong.

Dikatakan, baru pada Sabtu dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, tiba bantuan alat berat dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, setelah warga nyaris putus asa melakukan pembersihan ruas jalan yang tak kunjung tuntas itu.

Menurut dia, di wilayahnya masih terdapat titik lokasi ruas jalan yang rawan longsor, antara lain di daerah Batu Saheng karena daerah tebing terus-menerus terkikis luapan air akibat kondisi gorong-gorong ada sering tersumbat kotoran bahkan bebatuan.

Camat Cisompet sangat mengharapkan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat dapat menyiagakan alat berat di lokasio rawan longsor selama berlangsung musim penghujan. "Di daerah kami terdapat belasan titik atau lokasi rawan tanah longsor dan banjir lumpur," kata Haerudin.

Mobilitas sarana transportasi berbagai jenis kendaraan di jalan raya Cisompet, setiap harinya tercatat sangat padat, bahkan nyaris tak pernah berhenti selama 24 jam, ujar Haerudin, mengungkapkan. (Ant)

ed
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar