Kabar Nusantara
Penumpang Gelap Dumai Ekspress Tak Dapat Santunan
Senin, 23 November 2009 13:13 WIB
Pekanbaru, (tvOne)
PT Lestari Indomal Bahari selaku operator kapal feri Dumai Express 10 menyatakan tidak akan memberikan ganti rugi kepada penumpang tanpa tiket (penumpang gelap) terkait dengan kecelakaan kapal feri Dumai Express 10.
"Hanya penumpang yang memiliki tiket yang mendapatkan santunan. Kalau tidak terdaftar, tidak termasuk tanggungan kami," kata Kepala Operasi Pelabuhan PT Lestari Indomal Bahari Jaelani kepada ANTARA di Dumai, Senin.
Kapal feri Dumai Express 10 tenggelam di perairan Provinsi Kepulauan Riau dan menyebabkan puluhan penumpang meninggal dunia. Dumai Express 10 tenggelam di perairan Tokong Hiu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (22/11) sekitar pukul 09.30 WIB.
PT Lestari Indomal Bahari, yang berpusat di Kota Dumai, Riau, selama ini melayani pelayaran antarprovinsi dan antarnegara.
Meski pihak perusahaan berjanji mengurus santunan berupa asuransi dari PT Jasa Raharja untuk setiap korban Dumai Express 10 yang tewas dan terluka dalam musibah itu, lanjutnya, namun hanya penumpang yang bertiket dan terdaftar di manifes pelayaran yang akan mendapat ganti rugi.
Asuransi terhadap penumpang apabila terjadi kecelakaan, ujarnya, tertera di dalam tiket yang dibeli penumpang. "Tapi sepertinya tidak ada penumpang yang tidak terdaftar di manifes," ujar Jaelani.
PT Lestari Indomal Bahari berjanji memberikan santunan sebesar Rp25 juta untuk setiap korban meninggal dunia dalam kecelakaan kapal feri Dumai Express 10. Asuransi juga akan diberikan kepada penumpang yang menderita luka dan dirawat di rumah sakit. Hanya saja jumlah santunan untuk penumpang yang dirawat di rumah sakit tidak sebesar yang diterima oleh korban meninggal dunia.
Penyebab kecelakaan kapal tersebut hingga kini belum bisa dipastikan. Selain akibat ombak besar dan cuaca buruk, jumlah penumpang yang tidak sesuai dengan yang tertera di manifes pelayaran diduga kuat menjadi penyebab banyaknya penumpang tewas dalam peristiwa naas itu.
Hingga kini jumlah penumpang yang meninggal maupun yang hidup masih simpang siur karena ada kemungkinan terdapat pencatatan nama ganda dan perbedaan waktu rekapitulasi. Namun, berdasarkan data ANTARA dari SAR Tanjungpinang pada Minggu malam (22/11), jumlah korban tewas sudah mencapai 30 orang. Sedangkan, korban selamat yang berhasil dievakuasi tercatat 249 orang. (Ant)
