Kabar Nusantara
10.000 Roti Motif Batik Dibagikan di Solo
Minggu, 6 Desember 2009 14:55 WIB
Solo, (tvOne)
Sebanyak 10 ribu roti bermotif batik dibagikan kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Festival Pangan 2009 dalam upaya memecahkan rekor MURI di Stadion Manahan Solo, Minggu.
Pembagian roti bermotif batik gratis tersebut diprakasai oleh para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kota Solo dengan tujuan mempromosikan makanan khas dan mendapatkan berhatian pemerintah kota untuk memberikan kawasan kuliner permanen.
Ketua Panitia Festival Pangan Dani Christianto mengatakan, pembagian 10 ribu roti dengan berat 30 gram per buah itu disambut antusias oleh ribuan pengunjung Stadion Manahan Solo. Kegiatan ini memecahkan rekor MURI pembagian roti batik terbanyak.
Roti yang dibagikan secara gratis itu juga ada yang berukuran 40 sentimeter kali 60 sentimeter dan satu kali dua meter sebanyak 20 buah yang dibawa keliling stadion. "Roti berukuran besar tersebut menghabiskan sekitar 25 sak tepung terigu isi 25 kilogram per sak, 40 kg coklat, 150 kg gula, dan telur," katanya.
Kegiatan tersebut, kata Dani, didukung sekitar 100 pelaku UKM roti di Solo dan menghabiskan dana sekitar Rp50 juta. Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengangkat para pelaku UKM di Kota Solo dan ada perhatian khusus dari Pemerintah Kota Surakarta dalam mendukung pariwisata di daerah ini.
Salah satu pelaku UKM roti Solo, Ayu Awiningtyas menjelaskan, festival pangan dengan membagikan roti batik tersebut dilakukan atas kerja sama antara pengusaha roti dan batik agar mendapat perhatian masyarakat luas karena motif batik sekarang sedang digemari.
"Kami mengharapkan Pemerintah Kota Surakarta memberikan tempat bagi wisata kuliner permanen di Solo seperti di Yogyakarta kalau mau beli oleh-oleh khas daerah itu di Patuk." katanya.
Menurut dia, para pelaku UKM roti dan makan khas lain di Solo masih terpencar di beberapa lokasi. Alangkah baiknya jika pelaku UKM makanan ringan tersebut diberikan satu tempat sebagai kawasan tujuan wisata kuliner permanen di kota budaya ini.
Kawasan kuliner di Solo, kata dia, memang sudah ada seperti Galabo, tetapi tempat itu khusus kuliner makanan berat, sedangkan makanan ringan belum ada. Sementara ribuan masyarakat Solo saling berdesakan memadati sekitar panggung di depan pintu Stadion Manahan Solo untuk mendapatkan roti gratis dengan tiga rasa yakni coklat, strawberi dan nanas.
Arif seorang pengunjung menjelaskan Solo merupakan kota budaya yang sedang gencar mempromosikan segala potensi yang ada untuk mendukung pariwisata di Jawa Tengah. "Setiap pekan selalu ada kegiatan seperti pameran seni kerajiman, pagelaran musik tradisonal dam kegiatan festival pangan ini," katanya. (Ant)
