Kabar Nusantara
BNP Aceh Temukan 12 Hektare Ladang Ganja di Bireun
Minggu, 6 Desember 2009 22:20 WIB
Banda Aceh, (tvOne)
Operasi pemberatasan narkoba 100 hari yang dilakukan Badan Norkoba Provinsi (BNP) dan Polda Aceh kembali menemukan 12 hektare ladang ganja di Desa Garap, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.
Dansatgas Operasi, Kombes Pol Rahadi Mulyanto di Banda Aceh, Minggu (6/12), menyatakan, operasi yang dilakukan sejak Sabtu (5/12), berhasil menangkap dua pelaku penanaman, sedangkan pemilik lahan berhasil melarikan diri.
Kedua tersangka yang kini ditahan di Polres Bireuen tersebut atas nama Rom dan Her. Dua belas hektare ladang ganja yang siap panen tersebut tersebar di enam titik.
Rahadi yang juga Direktur Narkoba Polda Aceh itu menyatakan, operasi kali ini cukup melelahkan, karena medan yang dituju cukup jauh dan harus melewati beberapa sungai yang airnya sedang meluap akibat hujan.
"Untuk menuju ladang ganja itu harus melewati sembilan sungai. Tapi baru melewati lima sungai hujan lebat, sehingga terpaksa bermalam di hutan, dengan pakaian basah," katanya.
Sementara itu, dalam operasi sebelumnya, Tim Satgas juga telah berhasil menemukan lima hektare ladang ganja di perbukitan Desa Bandrong Paya Meuligo, Kecamatan Perlak Kota, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (1/12).
Serta menahan seorang tersangka, atas nama Bu bin Ra (25) yang diduga pelaku penanaman.
Jumlah tanaman ganja yang tingginya dari 50 Cm sampai 1,5 meter itu sebanyak 35 ribu batang yang seluruhnya telah dimusnahkan di lokasi, hanya disisakan 500 batang untuk barang bukti.
Sementara itu, pada hari yang sama, aparat juga berhasil berhasil menemukan 6,5 hektare ladang ganja di lokasi yang berbeda di Kawasan Gunung Pantun Kuli, Desa Kebun Nilam, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.
Seluas 6,5 hektare ladang ganja siap penen tersebut tersebar di tiga lokasi yang berjarak sekitar 300 meter. Lokasi pertama seluas 3 hektre yang terdiri dari 8.500 batang pohon, lokasi dua 3 hektare (11.000 batang), dan lokasi tiga 1,5 hektare (5.000 batang).
Ia menyatakan, pihaknya akan terus melakukan operasi pemberantasan narkoba, diantarannya mencari ladang ganja yang diduga masih banyak ditemukan di Aceh.
