tvOne Newsticker
Jumat, 19 Maret 2010

Kabar Nusantara

Dua Kampung di Tasikmalaya Terserang Cikungunya

Senin, 28 Desember 2009 08:20 WIB

Singaparna, Jabar, (tvOne) 

Dua kampung di Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terserang wabah penyakit Cikungunya yang diakibatkan gigitan nyamuk.

Menurut keterangan beberapa warga di Kecamatan Pancatengah, dua kampung yang terserang wabah cikungunya yakni kampung Cinangka, desa Margaluyu dan Kampung Cimomon, desa Margaluyu, Kecamatan Pancatengah. "Banyak warga di dua kampung itu, ada puluhan orang terserang penyakit yang dirasakan sama," kata Sapon (35) warga kecamatan Pancatengah.

Ia menerangkan warga yang menderita penyakit cikungunya merasakan sakit di persendian dan tulang, pegal-pegal dan linu dan sudah dirasakan warga sejak sepekan lalu. Bahkan, warga penderita penyakit tersebut juga merasakan demam dan mengalami lumpuh sehingga banyak yang hanya bisa berbaring di rumah masing-masing. "Tapi akhirnya banyak yang berobat ke puskesmas dan kata dokter terserang penyakit cikungunya," katanya yang juga pernah menderita cikungunya.

Sementara itu, menurut keterangan warga lain, Yanto, saat ini sebagian warga dua kampung Cinangka dan Cimomon yang menderita penyakit itu kondisinya sudah berangsur sembuh. Ia mengatakan, meski banyak warga yang kondisinya sudah pulih, tetapi banyak warga lain yang semula merasa sehat mengaku terkena penyakit yang dirasakan seperti terserang cikungunya. "Jadi warga yang menderita cikungunya sudah sembuh, tapi warga lain ada yang terserang juga," katanya.

Yanto mengatakan, penduduk dua kampung yang terkena wabah cikungunya tersebut belum mengetahui upaya yang harus dilakukan untuk pencegahan penyakit tersebut agar tidak menyerang banyak warga lainnya.

Gejala Demam Chikungunya yang ditularkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti ini mirip dengan Demam Berdarah Dengue yaitu Demam yang tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi dan otot serta bintik-bintik merah pada kulit terutama badan dan lengan. Virus ini tidak ada vaksin maupun obat khususnya, dan bisa hilang sendiri, namun, rasa nyeri masih tertinggal selama berhari-hari sampai berbulan-bulan. (Ant)

 

ai
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar