tvOne Newsticker
Senin, 15 Maret 2010

Kabar Nusantara

Warga Kwamki Lama Timika Bentrok

Senin, 4 Januari 2010 19:49 WIB

Timika, (tvOne)

Warga Kwamki Lama, Kelurahan Harapan, Timika, Papua, terlibat aksi saling serang pada Senin petang mengakibatkan enam orang terluka parah setelah terkena anak panah.

Aksi saling serang antara kelompok bawah dan atas Kwamki Lama yang melibatkan puluhan orang dengan senjata tajam berupa panah, parang, dan tombak itu dipicu oleh kasus perselingkuhan.

Saksi di lokasi menyebutkan sekitar 10 bulan lalu seorang lelaki dari kelompok atas bernama Erita Alom (26) berselingkuh dengan perempuan dari kelompok bawah bernama Urupina Hula (28). Urupina diketahui sudah berkeluarga dan memiliki seorang suami.

Pada Senin pagi massa dari kelompok bawah berkumpul di sekitar Kios Panjang Kwamki Lama untuk menuntut ganti rugi uang Rp100 juta dari kelompok atas.

Warga kelompok bawah memberi batas waktu pembayaran ganti rugi sampai pukul 15.00 WIT dan jika tidak segera dibayar maka mereka akan menyerang kelompok atas.

Sekitar pukul 15.00 WIT, salah seorang perwakilan dari kelompok atas menyampaikan bahwa keluarganya belum memiliki uang untuk membayar ganti rugi.

Jawaban tersebut memicu kemarahan kelompok bawah dan berselang beberapa waktu sesudah itu kelompok bawah melesakkan anak panah yang melukai Albert Mom (32).

Aksi kelompok bawah dibalas oleh kelompok atas dengan melesakan anak panah yang melukai Elianus Murib (25), Sunyil Tabuni (32), Theodorus Wanimbo (24), Delminus Murib (25) dan Salminus Jolemal.

Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk menjalani perawatan intensif guna mengeluarkan anak panah dari tubuh mereka.

Guna mencegah terjadi perseteruan lanjutan, Polres Mimika mengerahkan satu kompi personil Pengendali Massa (Dalmas) ke Kwamki Lama. Hingga malam ini, aparat Polres Mimika masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian dengan persenjataan lengkap.

Wakapolres Mimika, Kompol Jeremias Runtini bersama Kapolsek Mimika Baru AKP Lang Gia terlihat sibuk melakukan koordinasi dengan para tokoh masyarakat di Kwamki Lama untuk mencegah terjadi perseteruan lanjutan antara kedua kelompok warga tersebut.(ANT)

mr
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar