tvOne Newsticker
Rabu, 17 Maret 2010

Kabar Nusantara

Menteri PU menilai DAS Cimanuk Kritis

Senin, 4 Januari 2010 20:15 WIB

Sumedang, (tvOne)

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menilai Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk di Jawa Barat sudah masuk kategori kritis. "Ibarat sakit, ini sudah koma. Ini bisa dilihat dari perbedaan debit sungai yang luar biasa," kata Menteri Pekerjaan Umum dalam acara Gerakan Konservasi DAS Cimanuk yang dihadiri Menteri Pertanian Suswono, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Sumedang.

Djoko Kirmanto mengatakan kondisi Daerah Aliran Sungai(DAS) Cimanuk di Jawa Barat merupakan salah satu DAS paling kritis di Indonesia. Fluktuasi debit sungai Cimanuk sangat besar,yakni saat musim hujan sebesar 1004 m3 per detik dan saat musim kemarau hanya 4m3 per detik. Akibatnya, lahan kritis DAS Cimanuk saat ini telah mencapai 110 ribu hektar atau 31 persen dari luas DAS.

Kehadiran Waduk Jatigede yang saat ini memasuki tahap konstruksi nantinya diharapkan bisa mengatasi permasalahan tersebut seperti banjir di pantura, sumber air irigasi untuk 90 ribu ha lahan pertanian,sumber air baku di Pantura. Selain itu Waduk Jatigede akan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air berkekuatan 110 MW. "Apabila Waduk Jatigede selesai diharapkan akan meningkatkan intensitas tanam dari sekali panen menjadi 2 kali panen," kata Menteri PU.

Gerakan Konservasi DAS Cimanuk dilakukan dengan menanam pohon Kemiri Sunan oleh para menteri dan juga ratusan murid SD, SMP dan petani.Pohon tersebut dipilih karena memiliki kegunaan konservasi dan manfaat ekonomis. Sempat dilakukan ujicoba dari minyak yang dihasilkan pohon Kemiri Sunan digunakan untuk memasak, dibuat briket dan bahan bakar mesin pompa. Minyak tersebut juga bisa digunakan untuk bahan bakar mobil dengan perbandingan 40 persen minyak kemiri. Konservasi DAS Cimanuk direncanakan ditanam 2 juta pohon Kemiri Sunan baik di hulu maupun hilir DAS.

Sementara itu menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung Priyo Sambodo progres pembangunan Waduk Jatigede saat ini tengah menyelesaikan terowongan pengelak yang akan mengalirkan sungai Cimanuk pada saat alur sungai ditutup ketika konstruksi waduk dibangun.

Biaya pembangunan Waduk Jatigede berasal dari pinjaman pemerintah China sebesar Rp2,3 triliun. Waduk Jatigede mampu menampung 1 milyar m3 dengan umur manfaat 100 tahun. Umur waduk akan lebih singkat apabila kondisi DAS kritis yang mengakibatkan erosi dan mengakibatkan sedimentasi pada waduk.(ANT)

mr
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar