tvOne Newsticker
Kamis, 29 Juli 2010

Kabar Nusantara

Chikungunya Serang Ribuan Warga Banjar Kalsel

Selasa, 9 Februari 2010 10:44 WIB

Martapura, (tvOne) 

Serangan penyakit Chikungunya di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin marak dan menyebar ke berbagai pelosok hingga membuat ribuan warga di kabupaten setempat menjadi korban.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Gusti Rifaniansyah melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Endah Labati, mengatakan, sejak awal Januari hingga minggu pertama Februari, jumlah penderita penyakit akibat gigitan nyamuk itu sudah mencapai 4.500 orang. "Jumlah penderitanya yang berhasil di data mencapai 4.500 orang dan diperkirakan jumlahnya terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim hujan yang membuat nyamuknya mudah berkembang biak," ujarnya di Martapura, Selasa (9/2).

Menurut Endah, ribuan warga yang terserang penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti (AA) itu bahkan sudah menyebar pada 11 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten setempat. "Laporan yang kami terima ada 10 kecamatan yang meliputi 67 desa dimana sebagian besar warganya terserang Chikungunya disusul laporan terbaru satu kecamatan dan desa di wilayahnya yang warganya terserang penyakit itu," kata dia.

Ia mengatakan, banyaknya jumlah warga yang terserang penyakit itu di samping penyebarannya yang cukup luas juga akibat wilayah di kabupaten setempat yang banyak dikeliling hutan dan pepohonan. Kondisi alam itu, kata dia, membuat nyamuk AA pembawa virus penyakit tersebut semakin mudah berkembang biak terlebih di musim hujan sehingga banyaknya muncul genangan air yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk tersebut. "Makanya, banyak warga desa dan kecamatan yang berada di pelosok wilayah yang banyak terserang karena kawasan hutan dikelilingi pepohonan membuat nyamuknya mudah berkembangbiak lalu menggigit manusia sehingga menjadi korbannya," ujarnya.

Dikatakannya, guna mengurangi semakin banyaknya jatuh korban akibat gigitan nyamuk AA itu, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya seperti pengasapan (fogging) di wilayah kecamatan maupun desa yang warganya banyak terserang penyakit itu. Bahkan, lanjutnya, upaya yang dilakukan bukan hanya melalui pengasapan menggunakan alat semprot biasa tetapi juga menggunakan alat semprot khusus jenis ULP yang lebih efektif dibanding fogging. "Penyemprotan menggunakan ULP lebih efektif membunuh nyamuk dewasa karena cairan insektisida yang digunakan lebih murni dibanding fogging yang bentuknya berupa pengasapan," kata dia.

Namun, tambahnya lagi, kedua upaya itu masih belum efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk dan harus diimbangi dengan gerakan 3 M yakni membuang, menutup dan menimbun benda-benda di sekitar lingkungan tempat tinggal sehingga tidak menjadi sarang atau tempat nyamuk hidup dan berkembang biak. "Penyemprotan hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa sedangkan jentiknya masih tetap hidup sehingga langkah pencegahan yang paling efektif dilakukan masyarakat adalah menggalakkan gerakan 3 M," katanya. (Ant)

ai


Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar