tvOne Newsticker
Jumat, 3 September 2010

Kabar Nusantara

PLN Jatim: Surabaya Pemakai Listrik Ilegal Terbanyak

Kamis, 29 Juli 2010 22:50 WIB

PLN
VIVAnews

Surabaya, (tvOne).

PT PLN Persero Area Distribusi Jawa Timur (Jatim) selama semester I tahun 2010 mencatat pemakaian listrik ilegal terbanyak didominasi oleh Kota surabaya senilai Rp4,6 miliar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Jatim.

"Penggunaan listrik tanpa izin itu sampai sekarang angkanya besar. Untuk di Surabaya, besarannya mencapai 8,7 juta kWh," kata juru bicara PT PLN (Persero) Area Distribusi Jatim, Agus Widayanto, di Surabaya, Kamis, (30/7).

Menurut Agus, pemakaian listrik secara tidak sah tersebut juga dipicu minimnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan listrik dengan tertib. "Solusinya, kami terus melakukan upaya penertiban dan penyuluhan," ujarnya.

Mengenai tingkat penggunaan listrik ilegal sampai sekarang, dia menilai, angkanya mengalami penurunan. Akan tetapi, perseroannya tetap akan menekan penggunaan listrik ilegal sampai zero di berbagai wilayah. "Tujuan upaya tersebut agar kami tidak mudah terbuai dengan penurunan pemakaian listrik ilegal. Kalau kami lengah, penggunaannya bisa meningkat," katanya.

Terkait penggunaan listrik ilegal di Jatim, dia mengaku, selama semester I/2010 angkanya mencapai Rp10,4 miliar atau sebanding dengan 18,6 juta kWh. Pada periode itu, pelanggan terbesar merupakan kalangan Rumah Tangga (RT) dengan besaran sekitar 13 juta kWh. "Namun, sisa sekitar 5,6 juta kWh dilakukan para pelanggan bisnis dan industri," katanya.

Kalau peringkat kedua kota/kabupaten pemakai listrik ilegal terbesar, tambah dia, ditempati Kabupaten Sidoarjo. Jumlah pemakaian energi listriknya mencapai 2,1 juta kWh atau senilai Rp1,1 miliar. "Di posisi ketiga yakni Kabupaten Pasuruan mencapai 2 juta kWh atau setara dengan Rp1,1 miliar," katanya.

Melihat kondisi tersebut, dia menyarankan, para pengguna energi listrik untuk meningkatkan kesadarannya selalu memakai listrik secara sah. Kalau pemakaian energi listrik ilegal terus berlanjut maka negara bisa dirugikan.

"Bahkan, situasi itu semakin membahayakan masyarakat yang notabene sebagai pelanggan energi listrik selama ini misalnya terjadi kebakaran karena konstruksi atau penyambungan jaringannya tak sesuai standar," katanya. (Ant)

at
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar